Penerapan Manajemen Risiko PT Jasaraharja Putera

Manajemen Risiko adalah upaya terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan organisasi terkait dengan risiko. Penerapan manajemen risiko dengan tujuan memaksimalkan nilai tambah bagi pemegang saham, mengelola modal secara komprehensif, serta memastikan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, manajemen risiko merupakan bagian yang esensial dari aktivitas operasional. Manajemen risiko juga berperan saat proses pengambilan keputusan dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan bisnis PT Asuransi Jasaraharja Putera.

Pengelolaan Manajemen Risiko pada PT Jasaraharja Putera secara terpadu dilakukan oleh Risk Management Department yang berada di bawah Corporate Secretary & Compliance Group pada Direktorat Utama. Penerapan Manajemen Risiko PT Jasaraharja Putera berbasis ISO 31000 : 2018, yang terintegrasi di seluruh proses kegiatan/proses bisnis Perusahaan sebagai bagian dari Good Governance. Penerapan manajemen risiko di PT Jasaraharja Putera didasari oleh beberapa hal, diantaranya, dengan ditetapkannya visi dan misi serta mempertimbangkan perubahan eksternal maupun internal yang berpotensi menimbulkan berbagai jenis risiko, maka diperlukan pengelolaan semua risiko secara sistematis, terstruktur, dan komprehensif. Tujuannya adalah meningkatkan kepastian tercapainya tujuan dan sasaran perusahaan sebagaimana yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) maupun Rencana Kerja Anggaran dan Pendapatan (RKAP). Pengelolaan risiko juga menjadi kebutuhan untuk memperkuat penerapan prinsip-prinsip governance terutama terkait dengan penegakan praktik bisnis yang sehat dan dapat memberikan nilai tambah yang sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan (stakeholders).

Ruang Lingkup Pedoman Manajemen Risiko

Adapun ruang lingkup dalam penyusunan Pedoman Manajemen Risiko adalah sebagai berikut:

  1. Pedoman Manajemen Risiko Perusahaan meliputi pembahasan umum mengenai:
  1. Organisasi, wewenang dan tanggung jawab untuk penerapan manajemen risiko.
  2. Ketentuan umum mengenai manajemen risiko.
  3. Kebijakan penerapan untuk masing-masing risiko.
    • Penerapan Pedoman Manajemen Risiko disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas usaha Perusahaan.
    • Pelaksanaan penerapan manajemen risiko perlu mempertimbangkan jenis dan kompleksitas usaha, peraturan, struktur organisasi dan hierarki kebijakan yang terdapat pada Perusahaan.

Tujuan Penyusunan Pedoman Manajemen Risiko

  1. Menjadi landasan kebijakan bagi operasionalisasi fungsi dan proses manajemen risiko di Perusahaan.
  2. Mendefinisikan peran dan tanggung jawab dari masing-masing organ organisasi yang terlibat dalam proses manajemen risiko.
  3. Mengatur penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 di lingkungan Perusahaan.
  4. Memastikan agar pengelolaan risiko Perusahaan dapat berlangsung secara sistematis dan terstruktur, sehingga pada akhirnya Perusahaan terhindar dari kerugian yang secara signifikan dapat mempengaruhi nilai dan kekayaan Perusahaan.
  5. Memberikan kerangka pelaporan untuk memastikan terdapatnya komunikasi atas informasi manajemen risiko yang diperlukan.
  6. Sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan kesadaran akan arti penting manajemen risiko di Jasaraharja Putera.
  7. Dengan berlakunya Pedoman Manajemen Risiko ini maka seluruh pimpinan unit kerja pada setiap tingkatan struktur organisasi wajib menjalankan proses manajemen risiko secara terintegrasi dengan proses bisnis di unit masing-masing dan secara berkala melaporkan perkembangannya kepada Direksi.

Pedoman Manajemen Risiko PT Jasaraharja Putera